Friday, August 12, 2011

Grace Natalie Louisa Penyiar TVONE

Pernah dengar Grace Natalie? Itu loh, salah satu penyiar stasiun televisi suasta di Indonesia. Penyiar yang satu ini memang banyak diidolakan oleh kaum adam. Karena banyak yang mengidolakannya, penyiar wanita TV One ini menjadi cukup terkenal dikalangan website dan informasi internet lainya. Sekedar sharing, kali ini redaksi gisafm akan membagikan biodata tentang gadis manis ini plus foto2nya. Selamat menikmati. :D

Grace Natalie

Lahir 4 Juli 1982 (umur 27)

Jakarta, Indonesia

Pekerjaan pembawa acara

Tahun aktif 2008-sekarang

Almameter Institut Bisnis dan Informatika Indonesia

Agama Kristen

Grace Natalie Louisa (lahir di Jakarta, 4 Juli 1982; umur 27 tahun) adalah seorang pembawa acara berita dan jurnalis. Ia pernah bekerja di SCTV, ANTV, dan sekarang di tvOne. Ia adalah penyiar tetap Kabar Pasar, selain itu juga sering tampil di Kabar Petang, Apa Kabar Indonesia, Kabar Terkini, dan sejumlah program lainnya.

Pendidikan

Grace Natalie mengenyam pendidikan menengahnya di SMUK 3 BPK Penabur, Jakarta. Setelah lulus ia mengambil jurusan akutansi di IBII (Institut Bisnis dan Informatika Indonesia). Semasa kuliah, ia kerap mengajar sebagai asisten dosen untuk sejumlah mata kuliah. Grace juga pernah aktif sebagai guru sekolah minggu di gereja. Perkenalannya dengan dunia jurnalistik dimulai ketika SCTV menyelenggarakan kompetisi SCTV Goes to Campus untuk mencari bibit-bibit muda berbakat. Grace mengikuti kompetisi tersebut dan meraih kemenangan untuk wilayah Jakarta. Ketika ditandingkan lagi di tingkat nasional, ia masuk lima besar. Dari sinilah pintu masuk ke dunia pertelevisian mulai terbuka baginya.

Karir

Setelah menyelesaikan kuliahnya, SCTV langsung merekrutnya. Di sana ia menjadi salah satu penyiar Liputan 6. Pada tahun-tahun pertamanya sebagai jurnalis ia banyak turun ke lapangan meliput berbagai peristiwa, mulai dari berita kriminal, politik, ekonomi, dan peristiwa-peristiwa sosial yang terjadi di masyarakat. Pada awalnya, ia mengaku sulit beradaptasi dengan dunia pertelevisian yang sangat dinamis dengan jam kerja yang tidak menentu. Namun itu semua tidak menyurutkan semangatnya, bahkan dari pengalaman-pengalaman inilah ia digembleng dan perlahan-lahan ia semakin jatuh cinta pada dunia jurnalistik. Dalam waktu tiga tahun karirnya makin menanjak dan ia sempat berpindah-pindah stasiun TV. Dari SCTV ia pindah ke ANTV, dan tak lama kemudian dari ANTV ia pindah lagi ke TVOne mengikuti seniornya, Karni Ilyas.

Ketika bekerja di TVOne ia mengikuti kursus kilat di Maastricht School of Management, Belanda dari bulan Januari hingga April 2009. Grace pernah beberapa kali melakukan wawancara ekslusif dengan tokoh-tokoh internasional seperti misalnya Abhisit Vejjajiva (Perdana Menteri Thailand), Jose Ramos Horta (presiden Timor Leste), Steve Forbes (CEO Majalah Forbes), George Soros, dll. Tak hanya bertugas di studio, Grace juga masih sering turun ke lapangan melakukan peliputan, termasuk peristiwa-peristiwa yang beresiko. Ia pernah ditugaskan meliput tragedi tsunami Aceh pada akhir 2004, meletusnya Gunung Talang di Padang yang saat itu tengah berstatus "Awas", dan konflik horizontal di Poso, Sulawesi Selatan. Pada Agustus 2009 ia juga meliput penggerebekan teroris di Temanggung, Jawa Tengah di mana terjadi tembak menembak antara polisi dengan teroris. Menghadapi segala tantangan dalam pekerjaannya ia selalu berpegang pada prinsipnya, “di mana pun aku berada, harus berkarya sebaik mungkin”

Di dunia maya, Grace adalah salah satu pembawa acara berita terfavorit. Popularitasnya ini ditunjukkan lewat gelar Anchor of the Year 2008 dan Runner Up Jewel of the Station 2009 versi blog News Anchor Admirer. Baru-baru ini ia juga terpilih sebagai salah satu dari 100 wanita terseksi 2009 versi FHM Indonesia.


Berikut foto2nya:



»»  Baca Selengkapnya...

Friday, September 17, 2010

In Memorian Abu Cot Kuta

Tgk. Abu bakar bin Muhammad Ali lahir di desa Babah Buloh. Tahun kelahiran beliau tidak diketahui secara pasti, tapi menurut perkiraan beliau lahir dipenghujung abad 19. Ayah beliau berasal dari Meunasah Paloh wilayah Zelfbestuur Keureuto, sekarang berada di kecamatan Tanah pasir kabupaten Aceh Utara,
Sebagai seorang pandai besi ayah beliau biasa disapa Utoh Ali dan sering berkeliling ke berbagai daerah untuk menjual hasil kerajinannya. Seringnya beliau berjualan di Krueng Mane yang pada waktu itu masih berada di bawah Zelfbestuur Sawang, sehingga beliau berkenalan dengan Ampon Lutan (Ulee Balang Krueng Mane).
Dalam satu dialoq Ampon Lutan berkata “anda jangan lagi berjualan kesini”, Utoh Ali bertanya: “apakah tidak boleh saya berjualan di negri tuan?” Ampon Lutan menjawab: “bukan tidak boleh, tapi tinggal disini saja”, Utoh Ali berkata: “asal ada tempat yang cocok, saya mau menetap dinegri tuan”. Maka Ampon Lutan meminta kepada adiknya yaitu Ampon Ubit untuk mencarikan tanah untuk tempat menetap Utoh Ali. Ampon Ubit pun memanggil petua Gampong Teungoh untuk menempatkan Utoh Ali di Cot Kuta yaitu nama sebuah gundukan tanah di desa Babah Buloh wilayah Sawang. Kemudian hijrahlah Utoh Ali ke Cot Kuta. Utoh Ali mempunyai dua orang istri, dari istri yang pertama yang berasal dari Cot Jabet - Gandapura dianugerahi tiga orang anak:1. Tgk Abu Bakar (Abu Cot Kuta)
2. Tgk Majid
3. Cut Aisyah
dari istri yang kedua juga dianugerahi tiga orang anak:
1. Tgk Syamaun
2. Cut Hawiyah
3. Tgk. M. Yusuf

Tgk Abubakar kecil dikenal sebagai anak yang cerdas, sehingga beliau bersekolah Cuma seperdua masa belajar murid yang lain. Beliau bersekolah enam bulan kemudian diliburkan selama enam bulan, karena beliau sudah menguasai seluruh materi pelajaran dalam waktu singkat. Setelah tamat volkschool di Krueng Mane beliau mengaji ke dayah Tgk Ahmad Pulo Reudeup (Tgk di Lampoh, meninggal Nofember 1982) di Peusangan. Setelah merasa cukup mengecap pendidikan Dayah, beliau menikah dengan seorang gadis di daerahnya. Tapi setelah melahirkan seorang putra disaat umur bayi baru 15 hari sang istripun berpulang ke rahmatillah, bayi tersebut diberi nama Tgk Hasan (lahir Rabu 4 Syakban 1349H / 24 Desember 1930) dan dititipkan kepada adik beliau Cut Hawiyah. Kemahiran beliau dalam mengarang syair merupakan alasan mengapa beliau sering menjadi syekh kesenian tradisional Meuseukat (sejenis Rapa-i geleng), hal tersebut membuat ayah beliau marah, sehingga Utoh Ali mengancam anaknya untuk mengaji lagi hingga Alim, kalau tidak alim tidak boleh pulang. Maka merantaulah Tgk Abubakar ke Samalanga untuk mengaji di dayah Tgk Idris Tanjongan (kakek buyut dari Tu Subhiah, istri ayah Cot Trueng), beliau menetap di Samalanga 17 Rabiul Akhir 1350 / 1 September 1931. Pada waktu itu Tgk Idris sudah uzur, sehingga Tgk Abubakar cuma membacakan kitab sedangkan Tgk Idris menyimaknya dipembaringan. Karena Tgk Abubakar sudah pernah mengaji sebelum ke Samalanga maka secara otomatis beliau menjadi guru pembantu (teungku rangkang) bagi gurunya. Setelah beberapa lama beliau menjadi teungku rangkang beliaupun mempersunting Cut Saudah binti Sabi (meninggal 13 Juni 1986) di Samalanga, dari perkawinan tersebut beliau memperoleh tiga orang anak:

1. Cut Habsah ( lahir Minggu 4 Ramadhan 1352 / 21 Desember 1933 di Samalanga merupakan ibunda dari Tgk H M Amin bin M. Daud “Ayah Cot Trueng”)
2. Tgk Husein ( lahir Senin 10 Jumadil Akhir 1354 / 8 September 1935 di Cot Seurani - Krueng Mane, sempat mengaji ke Krueng Kalee Aceh Besar dan ke Jaho Sumatra Barat, meninggal 24 Rabiul Akhir 1374 / 21 Desember 1954)
3. Cut Halimah ( lahir Sabtu 4 Jumadil Akhir 1360 / 29 Juni 1941 di Cot Seurani - Krueng Mane, meninggal Oktober 2001)

Ampon Lutan ingin menempatkan seorang qadhi yang “cakap” di Krueng Mane, beliau bermusyawarah dengan adiknya yaitu Ampon Ubit mengenai siapa yang akan di jadikan sebagai qadhi. Maka Ampon Ubit mengusulkan untuk menjemput Tgk Abubakar di Samalanga. Maka Ampon Lutan menemui Ampon Chik Samalanga untuk meminta izin menjemput Tgk Abubakar yang sudah menjadi ulama di Samalanga, Ampon Chik di Samalanga pun mengizinkannya. Untuk membuktikan kepiawan Tgk Abubakar sebagai seorang ulama maka Ampon Lutan mengadakan perdebatan agama antara Tgk Abubakar dengan ulama setempat, mungkin pada tahun 1934. setelah terbukti ke”cakapan” Tgk Abubakar, Ampon Lutan pun menempatkan Tgk Abubakar sebagai Qadhi di krueng Mane serta membuka dayah di mesjid Krueng Mane (sekarang mesjid tua Krueng Mane di Cot Seurani). Maka terkenallah sebuah dayah salafi di sekitar Lhokseumawe yang dikunjungi oleh santri dari berbagai daerah di Aceh. Menurut Prof Dr Mahmud Yunus dalam buku Sejarah Pendidikan Islam di Indonesia halaman:176, dayah Tgk Abu Bakar Cot Kuta di Lhokseumawe merupakan salah satu dayah dizaman pembaharuan yang masyhur. Tapi walaupun berada dizaman pembaharuan Tgk Abubakar masih menganut sistim lama, yaitu mengaji dengan cara menamatkan kitab satu persatu tanpa mengenal kelas dan kurikulum yang teratur sebagaimana sekarang. Sebagaimana adat di Aceh seorang ulama biasa dipanggil dengan “Abu” serta merangkaikan nama kampung dibelakang namanya, maka terkenallah beliau dengan Abu Cot Kuta. Murid beliau yang terkenal selama di Krueng Mane diantaranya Tgk Sulaiman (Abu Lhoksukon) dan Kiyai Hamid Paya Rabo.

Pemberontakan Tgk Abdul Jalil Cot Plieng Bayu terhadap Jepang membuat Jepang curiga terhadap dayah- dayah di Aceh dan melakukan sweeping sehingga banyak dayah yang sepi, begitu pula dayah Abu Cot Kuta. Pada suatu sweeping tentara Jepang pernah menanyakan “apakah kitab yang diajarkan oleh Abu Cot Plieng sama dengan yang diajarkan disini?” Abu Cot Kuta menjawab “tidak sama, yang diajarkan disana kitab kuning, sedangkan disini tidak seberapa kuning”. Kisah tragis peristiwa Perang Cumbok (1945 - 1946) yang berimbas kepada pembantaian para Uleebalang di kebanyakan daerah di Aceh, juga ikut menimpa Ampon Lutan membuat Abu Cot Kuta tidak betah lagi menetap di Krueng Manee. Maka atas inisiatif Tgk Yahya (pimpinan Dayah Nashrul Mutha’allimin Ie Rhot Ulee Madon, Muara Batu) meminta kepada pemuka-pemuka kemesjidan Cot Trueng untuk membujuk Abu Cot Kuta agar mau pindah ke mesjid Cot Trueng, gayungpun bersambut, Abu Cot Kuta menyanggupinya. Maka hijrahlah Abu Cot Kuta ke mesjid Cot Trueng pada tahun 1946, tapi beliau tidak mengizinkan dulu untuk mendirikan balai-balai sebagaimana layaknya sebuah dayah. Beliau Cuma mengajar di mesjid (sekarang “Mesjid Tuha” didirikan oleh Teungku Bentara Keumangan thn 1823 M) dan di balai bekas mesjid lama (sekarang “Balee Pusaka” didirikan tahun 1823 M), setelah beberapa bulan beliau menetap di Cot Trueng maka didirikanlah balai yang berkamar (sekarang Balee Puteh). Setelah situasi dianggap cocok maka pada tahun 1946 beliau meresmikan Dayah Raudhatul Ma’arif di mesjid Al-Akmal desa Cot Trueng kecamatan Muara Batu kabupaten Aceh Utara. Untuk ukuran masa tersebut jumlah murid yang mencapai 150 orang merupakan jumlah yang banyak, sehingga dayah Cot Trueng merupakan dayah yang maju dimasa itu. Diantara murid-murid beliau yang terkenal selama di Cot Trueng ialah Tgk Syafii Aron, Tgk M.Isa Peurupok dll.

Keterlibatan Abu Cot Kuta dalam dunia politik di mulai semenjak seruan Tgk M. Hasan (Abu Krueng Kalee) agar ulama dayah tergabung dalam PERTI (Persatuan Tarbiah Islam). Keaktifan beliau dalam PERTI sejak tahun 1957 hingga 1969, beliau merupakan ketua PERTI anak cabang (ranting) Muara Batu, sekaligus penasehat PERTI kabupaten.

Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama”, Allah telah memanggil Abu Cot Kuta kehadiratnya pada hari Minggu 16 Nofember 1969 M / 6 Ramadhan 1389 H jam 11.00 pagi. Tidak ada yang tahu dengan pasti berapa umur beliau disaat meninggal, tapi menurut perkiraan orang tua di Cot Trueng usia beliau ketika itu sekitar 70 tahun atau bahkan mungkin lebih. Nama yang harum telah diukir oleh Abu Cot Kuta khususnya bagi masyarakat kecamatan Muara Batu karena semenjak tahun 30an hingga 1969 beliau merupakan lampu penerang umat sekaligus sebagai qadhi di kecamatan Muara Batu. Semoga arwah beliau selalu dalam limpahan rahmat Allah. Amien Ya Rabbal ‘Alamin.

Ditulis Oleh : Tgk Zulfahmi MR
Staff Pengajar Dayah Raudhatul Ma’arif Cot Trueng
Berdasarkan Wawancara Dengan Utoh Hasan Cot Trueng dan Tgk Abdul Jalil Glee Dagang (menantu Abu Cot Kuta).
»»  Baca Selengkapnya...

Wednesday, July 21, 2010

Peran Media Radio

Dengan makin berkembangnya teknologi komunikasi yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan pembangunan dan kelestarian lingkungan, sebenarnya masalah kecepatan, daya jangkau, ketepatan, volume maupun jenis informasi yang dapat diberikan kepada masyarakat sudah tidak lagi menjadi permasalahan. Dalam kenyataannya masyarakat masih banyak yang belum memahami apa yang seharusnya diketahui mengenai lingkungan sekitarnya terutama terhadap kegiatan-kegiatan yang memungkinkan timbulnya masalah lingkungan. Seiring dengan tumbuhnya kesadaran masyarakat, akhir-akhir ini masalah lingkungan banyak menarik perhatian terutama dari media massa yang meliput secara langsung atau berdasarkan laporan dari masyarakat yang terkena dampak masalah lingkungan.
Berbagai bentuk informasi lingkungan wajib diberikan pemerintah kepada masyarakat untuk peningkatan kesadaran akan hak dan tanggung jawab masyarakat dalam mengelola lingkungannya. Dari dua bentuk media massa yaitu media elektronik dan media cetak, radio merupakan salah satu media elektronik yang berfungsi sebagai media penyampaian informasi dan dinilai mampu untuk menjangkau segala lapisan masyarakat. Oleh karena itu rasio memegang peranan pentin dalam menumbuhkan dan membina sikap mental masyarakat dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah lingkungan. Pemerintah selaku pembina dan penyelenggara telekomunikasi pihak swasta dapat juga berperan serta baik perseorangan maupun badan hukum. Ketentuan ini berimplikasi kepada media elektronik, televisi maupun radio, sehingga pada saat ini telah berdiri sejumlah televisi swasta dan radio swasta.
Di Daerah X terdapat media komunikasi milik pemerintah, TVRI dan RRI, dan media komunikasi swasta, yaitu radio siaran swasta FM dan AM yang dapat digunakan untuk penyampaian informasi mengenai masalah lingkungan Informasi ini dapat dikemas dalam bentuk acara khusus maupun dengan memasukkan pesan ke dalam acara tertentu.


Media Elektronik


Radio Toss FM, Banda Aceh

Radio Prima FM, Banda Aceh

Radio Serambi FM, Banda Aceh

Radio Meugah FM, Banda Aceh

Radio Kiss FM, Banda Aceh

Radio A FM, Banda Aceh

Radio OZ FM, Banda Aceh

Radio Jati FM, Banda Aceh

Radio AS FM, Sigli

Radio Megaphone, Sigli

Radio Andyta FM, Bireuen

Radio Getsu FM, Bireuen

Radio Sonya Manis FM Bireuen

Radio Amanda FM, Takengon

Radio IstiQamah Arun FM, Lhoksemawe

Radio Vina Vira FM, Lhokseumawe

Radio Sapa FM, Lhokseumawe

Radio Adyemaja FM, Lhokseumawe

Radio Nakata AM, Lhoksukon

Radio Gipsi FM, Langsa

Radio Cindy FM, Langsa

Radio Global FM, Langsa

Radio Birama FM, Kuala Simpang

Radio Dalka FM, Meulaboh

Radio Fass FM, Meulaboh

Radio Nara FM, Nagan Raya

Radio Fatali FM, Blangpidie

Radio Nuzula FM, Tapaktuan

Radio Kuta Naga FM Tapaktuan

Radio Citra Pesona FM, Subulussalam

Radio Extra FM, Singkil

Radio Bama FM, Kutacane

Radio Tambo FM, Banda Aceh

Radio Kontiki FM, Banda Aceh

Aceh TV


Media Cetak


Serambi Indonesia

Harian ACEH

Harian Aceh INDEPENDEN

Harian Rakyat Aceh

Harian Waspada

Harian METRO Aceh

Harian PROHABA

Tabloid TINGKAP

Tabloid SIPIL
»»  Baca Selengkapnya...

Sunday, June 13, 2010

Lima Radio Komunitas Aceh Utara Ikut EDP

Dewantara, Aceh Utara - Lima Radio Komunitas di Aceh Utara rabu (09/06) melaksanakan Evaluasi Dengar Pendapat (EDP) di Aula Kantor Camat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara. Kelima Radio Komunitas tersebut adalah Radio Komunitas Dewantara FM, Radio Komunitas Gisa FM, Radio Komunitas Murba FM, Radio Komunitas Lapang FM dan Radio Komunitas Samudra FM.

Rencananya acara tersebut akan di buka oleh Ketua DPRK Aceh Utara, namun karena waktu dan tugas lain yang memanggil, maka Ketua DPRK Aceh Utara tidak dapat membuka acara tersebut walaupun beliau telah berhadir di tempat berlangsungnya acara tersebut. Acara EDP tersebut akhirnya di buka oleh Bapak Camat Kecamatan Dewantara, Bapak M. Yunus, SE.

Dalam kesempatan tersebut, Bapak M. Yunus, SE mengatakan, sangat mendukung sekali keberadaan Radio Komunitas di Aceh Utara pada umumnya dan di Kecamatan Dewantara pada khususnya, menurut beliau, dengan adanya Radio Komunitas ini dapat mempercepat proses pembangunan di Aceh Utara dengan penyampaian informasi kepada masyarakat dengan cepat, apalagi berbeda dengan media cetak, media radio dapat di nikmati sambil melakukan aktifitas.

Anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Aceh dalam kata sambutannya memaparkan tentang Radio Komunitas dan tahapan yang harus di lalui dalam proses untuk mendapat izin penyiaran, menurut beliau, EDP ini di adakan karena selama ini pihaknya hanya menerima informasi tentang berguna atau tidaknya Radio Komunitas tersebut dari pihak radio saja, untuk itu EDP ini di adakan untuk mendengarkan langsung seberapa manfaatnya Radio Komunitas dan perlu tidaknya Radio Komunitas bagi masyarakat langsung dari masyarakat selaku pemilik dari Radio Komunitas tersebut.

Pada acara EDP tersebut juga di lakukan pemaparan Sejarah, Visi, Misi dan Program Siaran Radio Komunitas tersebut yang di sampaikan oleh Ketua Ikatan Radio Komunitas Aceh Utara (IRKOM-AU) Bapak Drs. Hamdani AW, SE, MP.d, selain itu juga di berikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya, baik itu memberi saran dan kritik serta masukan untuk Radio Komunitas masing-masing, namun kesempatan tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk bertanya kepada perwakilan KPID Aceh yang hadir. Secara keseluruhan masyarakat bertanya kepada KPID Aceh tentang frekuensi Radio Komunitas yang hanya di berikan 3 (tiga) gelombang, yaitu 107,7, 107,8 dan 107,9. Masyarakat mengeluh karena bila ini di pertahankan akan berakibat informasi yang di sampaikan oleh Radio Komunitas di beberapa tempat akan mengalami kendala susah untuk mengakses informasi tersebut karena terlalu dekatnya masing-masing gelombang tersebut. Masyarakat berharap KPID Aceh dapat mengusulkan perubahan peraturan tersebut lewat keistimewaan Aceh, yaitu melalui Qanun tentang penyiaran, agar dapat memberi kemudahan pada Radio Komunitas yang sangat bermanfaat bagi warga.
»»  Baca Selengkapnya...

Sunday, April 25, 2010

Sekapaur Sirih

»»  Baca Selengkapnya...

Ketua JRK-NAD Kunjungi Gisa FM

Babah Buloh, Aceh Utara – Ketua Jaringan Radio Komunitas Nanggroe Aceh Darussalam (JRK-NAD) Teuku Ambral dan di dampingi staff Aceh Nias Recostruction Radio Network (ARRNet) Yusrizal SH yang merupakan District Koordinator Wilayah Bireun dan Aceh Utara, Selasa malam (11/11) mengunjungi radio komunitas Gisa FM di Desa Babah Buluh, Kec. Sawang Kab. Aceh Utara.Dalam kesempatan itu turut serta, Amy Erca District Koordinator ARRNet Aceh Jaya, Ikhsan Husein Fasilitator ARRNet Aceh Nias, Pendy pengelola radio Surasa FM Aceh Jaya, Tarmizi dan Muhammad Fazil radio komunitas Dewantara FM Aceh Utara.

Kunjungan yang di sambut oleh sejumlah relawan radio Gisa FM, lebih kurang berlangsung lebih dari 3 jam, berbagai masukan disampaikan kepada radio komunitas Gisa FM, serta saran agar radio komunitas Gisa FM tetap menjadi salah satu radio komunitas di Kecamatan Sawang yang bisa mengacu pada visi misi radio komunitas itu sendiri.

Selain itu Gisa juga di harapkan dapat menjadi sebuah media radio warga yang dapat menampung aspirasi dan kebutuhan warga dan memberikan informasi kepada warga masyarakat luas tetang apa yang berkembang di wilayah mereka.

Radio komunitas Gisa FM yang terletak di Gampong Teungoh – Babah Buloh KM. 1 itu, merupakan radio komunitas yang terletak di wilayah pertanian yang luas di Kec. Sawang, kab. Aceh Utara.

Radio komunitas yang berdiri sekitar 1 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 3 september 2007, merupakan antusias dan ide yang timbul dari warga masyarakat atas kebutuhan sebuah media yang bisa mengembangkan aspirasi dan suara masyarakat, tercatat sejumlah perangkat radio komunitas Gisa FM hingga operasinal radio merupakan hasil sumbangan dan swadaya masyarakat setempat. (Ismail Alba ST Gisa FM)
»»  Baca Selengkapnya...

Sekilas Gisa FM

Banyak Radio Komunitas mengudara di Indonesia salah satunya Radio Gisa FM, merupakan radio yang didirikan untuk memberi pelayanan informasi seputar pertanian untuk masyarakat Kecamatan Sawang pada khususnya dan masyarakat Kabupaten Aceh Utara pada umumnya kawasan Kecamatan Sawang merupakan kawasan pertanian didirikan Radio Komunitas GISA FM memang ditujukan para petani setempat, selain sebagai sarana pendidikan bagi petani, juga sebagai sarana memperkuat ikatan kekeluargaan dan budaya, radio ini didirikan pada hari Senin 03 September 2007 program-program yang dijalankan atas dasar masukan dan masyarakat yang ada di Kecamatan Sawang dan disesuaikan dengan adat istiadat dan budaya aceh, denyut kehidupan di Kecamatan Sawang seolah-olah tidak mengenal kata lelah seperti halnya dengan siaran Radio Gisa FM yang dipancarkan dari menara radio berkekuatan 50 Watt, Freq 107,8 MHz menjangkau siaran hingga radius 20 KM, disinilah penyiar Radio Gisa FM menyapa pendengarnya seluruh aktivitas diradio ini dikelola sendiri oleh warga setempat, begitu pula dengan SDMnya.

VISI
Yaitu menjadi media massa elektronik yang terdepan dalam penyampaian
informasi dan sekaligus sebagai media massa yang dapat menghibur bagi
masyarakat dan ikut berperan serta dalam usaha-usaha pengembangan dan
pemberdayaan masyarakat petani sehingga terwujudnya pertanian tangguh
pemantapan ketahanan pangan,serta masyarakat kecamatan sawang melalui media
informasi, komunikasi,pendidikan dan entertaiment.


MISI

Tidak hanya mengedepankan hiburan semata melainkan lebih memperhatikan isi
materi siaran yang dibutuhkan bagi para pelaku dunia pertanian serta
menyelenggarakan siaran berkualitas yang bersifat edukatif, informasi serta
menghibur, dan ikut serta mencerdaskan kehidupan komunitas kecamatan sawang.

Studio :
Jl. GP. Teungoh - Babah Buloh KM. 01
Babah Buloh Kec. Sawang Kab. Aceh Utara

Perwakilan :
Jl. Cempaka No. 6 Lancang Garam
Kec. Banda Sakti Kota Lhokseumawe
»»  Baca Selengkapnya...
RADIO KOMUNITAS GISA FM Aceh Utara © 2010. Design by :1078gisafm Sponsored by: Radionya Babah Buloh Hotline 085260005678
This template is brought to you by : Tim Gisa FM Provinsi NAD Indonesia
HEAD LINE NEWS | MEDAN - PERAMPOK BANK DAN PENYERANG POLISI GUNAKAN SENPI YANG SAMA | BANDA ACEH - PATRIALIS DIDEMO MAHASISWA TUNTUT PEMBENTUKAN KKR DAN PENYELESAIAN PP TURUNAN UUPA | BANDA ACEH - TERBUKTI MENIPU GURU HONORER ANGGOTA DK-PBB GADUNGAN DIHUKUM SATU TAHUN | BANDA ACEH - DANA TUNJANGAN GURU TERPENCIL BANYAK DITERIMA YANG TAK BERHAK | RESLONG - BUKU PENDANGKALAN AKIDAH JUGA BEREDAR DI BENER MERIAH | LHOKSEUMAWE - MESKI ADA IZIN GUBERNUR POLISI PANGGIL OKNUM DEWAN PEMUKUL KADISPERINDANGKOP | redaksi gisafm